-90%
Akidah dan Ilmu Kalam
"Apakah Saya Benar-Benar Beriman?" Menyingkap Rahasia Ucapan "Saya Mukmin" dan Misteri Husnul Khatimah
Rp 1.800
Hemat 90%
Rp 18.000
Format PDF, bisa dibaca di semua perangkat
Link download dikirim otomatis ke email
File terproteksi password pribadi
Deskripsi
Sinopsis
Banyak Muslim pernah mengucapkan:
"Saya seorang mukmin, insya Allah."
Namun pernahkah kita bertanya:
Mengapa harus memakai "insya Allah"?
Apakah karena ragu terhadap iman sendiri?
Apakah karena takut menjadi sombong?
Ataukah karena khawatir tidak wafat dalam keadaan beriman?
Kitab ringkas namun sangat dalam ini mengupas salah satu pembahasan akidah yang jarang dibahas: istitsna dalam iman, yaitu mengaitkan pengakuan iman dengan ucapan "insya Allah".
Penulis mengumpulkan pendapat para sahabat, tabi'in, dan ulama salaf mengenai pertanyaan:
"Jika ditanya apakah engkau seorang mukmin, bolehkah menjawab: Ya, saya mukmin?"
Sebagian ulama menjawab tegas:
"Ya, aku mukmin."
Sebagian lagi menjawab:
"Aku berharap demikian, insya Allah."
Lalu penulis membedah alasan di balik masing-masing pendapat secara ilmiah, logis, dan penuh ketelitian.
Yang menarik, pembahasan ini ternyata tidak sekadar soal kata-kata.
Di baliknya tersimpan pembahasan besar tentang:
keyakinan,
tawadhu,
rasa takut kepada Allah,
husnul khatimah,
dan kesempurnaan iman.
Kitab ini mengajarkan bahwa seorang mukmin harus yakin terhadap iman yang dimilikinya saat ini, namun tetap rendah hati terhadap nasib akhirnya di hadapan Allah.
Banyak Muslim pernah mengucapkan:
"Saya seorang mukmin, insya Allah."
Namun pernahkah kita bertanya:
Mengapa harus memakai "insya Allah"?
Apakah karena ragu terhadap iman sendiri?
Apakah karena takut menjadi sombong?
Ataukah karena khawatir tidak wafat dalam keadaan beriman?
Kitab ringkas namun sangat dalam ini mengupas salah satu pembahasan akidah yang jarang dibahas: istitsna dalam iman, yaitu mengaitkan pengakuan iman dengan ucapan "insya Allah".
Penulis mengumpulkan pendapat para sahabat, tabi'in, dan ulama salaf mengenai pertanyaan:
"Jika ditanya apakah engkau seorang mukmin, bolehkah menjawab: Ya, saya mukmin?"
Sebagian ulama menjawab tegas:
"Ya, aku mukmin."
Sebagian lagi menjawab:
"Aku berharap demikian, insya Allah."
Lalu penulis membedah alasan di balik masing-masing pendapat secara ilmiah, logis, dan penuh ketelitian.
Yang menarik, pembahasan ini ternyata tidak sekadar soal kata-kata.
Di baliknya tersimpan pembahasan besar tentang:
keyakinan,
tawadhu,
rasa takut kepada Allah,
husnul khatimah,
dan kesempurnaan iman.
Kitab ini mengajarkan bahwa seorang mukmin harus yakin terhadap iman yang dimilikinya saat ini, namun tetap rendah hati terhadap nasib akhirnya di hadapan Allah.
| Penulis | Abul 'Aliya Shilahul Hawa Al Amiry |
| Penerbit | PTIQ AL FURQON KOTA MALANG |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Format | PDF (Digital) |
Buku Terkait
-90%
-90%
-90%
Akidah dan Ilmu Kalam
Iman Bisa Bertambah dan Berkurang: Rahasia Cabang-Cabang Iman yang Jarang Dipahami Umat Islam
Rp 5.000
Rp 49.000
-89%
Akidah dan Ilmu Kalam
"Bagaimana Seseorang Menjadi Muslim?" Panduan Memahami Lafaz-Lafaz Iman, Syahadat, dan Batas Antara Islam dan Kufur
Rp 3.200
Rp 30.000